Penyebab Dismenore dan Cara Pengobatannya

Bagi perempuan, ketika sedang mengalami masa menstruasi, sering merasakan nyeri haid. Baik itu sebelum masa menstruasi, maupun saat sedang menstruasi. Menurut bahasa kedokteran, hal itu disebut dengan dimenore. Yang biasanya, ditandai dengan rasa sakit dan kram di bagian bawah perut. Tidak hanya itu, bisa juga dibarengi dengan mual bahkan sampai muntah-muntah.

Memang, tidak semua perempuan akan mengalami dismenore. Lebih tepatnya, sebagian perempuan akan mengalami dismenore ringan yang artinya tida akan terlalu terasa dan tidak akan mengganggu aktifitas sehari-hari. Namun, sebagian lagi akan merasakan sakit yang teramat sangat ketika dismenore terjadi.

Berikut ini merupakan ulasan mengenai penyebab dismenore dan cara pengobatannya yang bisa kamu ketahui dilansir dari hellosehat.com. Yuk, disimak!

Penyebab Dismenore

Dismenore terbagi menjadi dua jenis untuk mengetahui penyebabnya. Yang pertama adalah dismenore premier. Jenis yang pertama ini disebabkan oleh adanya kontraksi pada otot rahim karena dipicu hormon prostaglandin. Ketika kontraksi pada rahim terus-menerus terjadi dan meningkat, akan mengakibatkan penekanan pada pembuluh darah. Hal ini pun yang membuat oksigen jadi tidak tersuplai dan membuat perempuan merasakan sakit pada perutnya.

Yang kedua, ada jenis dismenore sekunder. Penyebab dismenore sekunder berbagai macam, bisa sesuai dengan keadaan-keadaan tertentu. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai penyebab dari dismenore sekunder yang bisa kamu ketahui menurut hellosehat.com.

Fibroid Rahim

Bagi yang belum mengetahui apa itu fibroid rahim, yaitu merupakan tumor yang biasa ada di dalam maupun di atas rahim. Tumor ini masih dalam tahap jinak, tetapi kehadirannya mampu menekan rahim dan menghasilkan rasa sakit ketika perempuan sedang menstruasi. Kamu pun harus berhati-hati karena tumor ini dapat berkembang menjadi benjolan, bahkan sampai beberapa benjolan dan ukurannya berbeda-beda.

Adenomiosis

Penyebab rasa sakit untuk adenomiosis memang jarang terjadi, yaitu jaringan yang seharusnya tumbuh untuk melapisi dinding rahim, justru tumbuh menjadi menembus dinding rahim atau disebut dengan miometrium. Akibat dari adenomiosis adalah pendarahan yang lebih banyak dibandingkan dengan menstruasi pada umumnya. Maka dari itu, rasa nyeri dan sakit yang dirasakan pun sangat intens.

Endometriosis

Seperti pada adenomiosis, penyebab dismenore sekunder yang satu ini juga berasal dari jaringan untuk dinding rahim. Perbedaannya adalah, endometriosis merupakan jaringan yang harusnya melapisi dinding rahim, tetapi tumbuh di tempat yang berbeda. Contohnya seperti tumbuh pada ovarium, dan tempat-tempat lainnya.

Penyempitan dari Serviks

Kamu bisa menyebutnya stenosis serviks untuk istilah kedokteran dari penyempitan serviks. Yaitu sebuah keadaan di mana serviks menjadi menyempit bahkan bisa menutup sehingga darah menstruasi akan terhalangi ketika menuju vagina. Hal ini yang bisa membuat perempuan merasakan sakit di perut karena tekanan dalam rahim menjadi meningkat.

Cara Pengobatan Dismenore

Untuk mengobati dismenore yang menghilangkan rasa nyeri dan sakit  pada perut, kamu dapat melakukan beberapa cara berikut.

Obat Pereda Nyeri

Ketika kamu merasakan nyeri yang sangat mengganggu, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri agar rasa sakitnya berkurang. Kamu bisa mencari obat pereda nyeri yang bisa dikonsumsi tanpa saran dari dokter.

Alat Kontrasepsi Hormonal

Selain kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, kamu pun bisa menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Berbagai jenis alat kontrasepsi hormonal pun bisa kamu pilih, di antaranya adalah dengan suntikan, pil minum, implan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Operasi

Cara terakhir agar kamu bisa menghilangkan penyebab dismenore adalah dengan operasi. Namun, operasi memang dianjurkan ketika kamu memiliki gejala lainnya. Pastikan kamu sudah melakukan konsultasi dengan dokter jika ingin operasi.

Itulah ulasan mengenai penyebab dismenore dan cara mengobatinya. Semoga artikel ini bermanfaat!