Penyebab Penyakit Lupus dan Gejala yang Harus di Waspadai

Pernahkah kalian mendengar tentang penyebab penyakit lupus? Selena Gomez, Lady Gaga, Kim Kardashian adalah beberapa selebritas populer dunia yang pernah divonis menderita penyakit lupus ini. Lupus sendiri adalah peradangan kronis yang diakibatkan oleh kesalahan sistem imun yang salah mengenali sel dan berbalik menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh itu sendiri. Sindrom ini sering disebut sebagai autoimun. Normalnya, sistem imun akan melindungi dan melawan antigen seperti bakteri, virus, serta kuman. Ketika seseorang terkena kondisi autoimun ini, sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan antara antigen, jaringan sehat ataupun jaringan yang tidak diinginkan. Hal ini mengakibatkan sistem kekebalan mengerahkan antibodi pada antigen dan jaringan sehat yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan, nyeri, serta kerusakan jaringan.

Penyakit lupus ini sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE).

Jenis lupus yang terjadi secara menyeluruh atau sistemik pada tubuh penderita dan ini adalah lupus yang paling sering ditemui. Dinamai demikian karena karena terjadi pada orga-organ vital, seperti kulit, ginjal, dan sendi.

  • Lupus Eritematosus Kutaneus (Cutaneous Lupus Erythematosus/CLE).

Lupus jenis ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

    • Acute Cutaneous Lupus Erythematosus (ACLE).
    • Subacute Cutaneous Lupus Erythematosus (SCLE).
    • Chronic Cutaneous Lupus Erythematosus (CCLE).
  • Lupus karena penggunaan obat.

Beberapa jenis obat tertentu seperti metildopa, procainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), dan minocycline (obat jerawat) dapat menimbulkan gejala-gejala lupus.

  • Lupus Eritematosus Neonatal.

Merupakan jenis penyakit lupus yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Lupus ini diakibatkan oleh autoantibodi. Dalam kasus ini, ibu yang melahirkan bayi dengan lupus jenis ini, belum tentu mengidap lupus. Lupus jenis ini hanya terjadi pada bagian kulit dan dengan sendirinya akan menghilang.

Sejauh ini, penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Namun diduga interaksi antar faktor genetik, lingkungan, dan hormonal menjadi penyebabnya. Akan tetapi, bagaimana berjalannya mekanisme belum dapat dipastikan. Bermacam faktor yang diduga dapat memicu timbulnya lupus antara lain, adalah:

  • Faktor genetik. Seringkali ditentukan kasus dimana terdapat anggota keluarga penderita yang sebelumnya pernah menderita lupus. Hal ini karena diduga adanya pengaruh faktor genetik.
  • Dari penelitian yang dilakukan, 9 dari 10 penderita lupus adalah wanita. Hal ini diduga karena hormon esterogen yang dihasilkan wanita lebih tinggi daripada pria. Hormon esterogen sendiri diketahui sebagai hormon yang bisa memperkuat imun atau sistem kekebalan tubuh, yang mana berarti wanita memiliki tingkat kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan pria. Dikarenakan hal ini lah wanita diduga akan lebih mudah terserang oleh autuimun ini jika dibandingkan dengan pria.
  • Faktor lingkungan yang diduga dapat memicu munculnya lupus antara lain adalah infeksi virus ( salah satunya adalah virus Epstein Barr) dan bakteri, paparan sinaran matahari (ultraviolet), stres, merokok, serta zat-zat kimia seperti merkuri dan juga silika.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lupus sendiri bermacam-macam, namun ada tiga gejala pokok yang biasanya selalu muncul, yaitu:

    • Rasa lelah yang ekstrem. Ini adalah gejala yang paling umum dialami oleh penderita lupus.
    • Ruam pada kulit. Salah satu gejala yang menjadi ciri khas lupus adalah ruam yang menyebar pada bagian batang hidung serta kedua pipi.
    • Nyeri pada persendian. Umumnya nyeri ini di persendian tangan dan kaki si penderita.

Terdapat beragam penyebab penyakit lupus yang dapat muncul, namun tidak semua gejala itu akan dialami penderita.